Showing posts with label Islam. Show all posts
Showing posts with label Islam. Show all posts

Wednesday, May 1, 2013

Ustad Jefri Al Buchori (uje)



Jeffry Al Buchori memiliki nama populer Uje (lahir di Jakarta, 12 April 1973 – meninggal di Jakarta, 26 April 2013 pada umur 40 tahun) adalah seorang pendakwah atau ustad yang tampil dengan mengemas bahasa dakwahnya dengan bahasa-bahasa anak muda. Sehingga ustad Uje kerap juga dipanggil sebagai ustad gaul. Beberapa hari setelah ia merayakan ulang tahunnya yang ke-40, ia mengalami kecelakaan motor yang menyebabkan Uje meninggal dunia di usia 40 tahun.

Masa Hidup

Jefri anak ketiga dari lima bersaudara pasangan Alm. H. Ismail Modal dan Ustz Dra. Hj. Tatu Mulyana ini sejak kecil telah mendapat pendidikan Islam yang kuat. Hal ni terbukti saat duduk di bangku sekolah kelas 3-5 SD meraih prestasi MTQ (Musabaqah Tilawatil Qur’an) sampai tingkat provinsi. Setelah lulus SD, bersama kedua kakaknya, Alm. Ust. H. Abdullah Riyad dan Ust. H. Aswan Faisal, bersekolah di PonDaar el-Qolam Gintung, Jayanti Tangerang. Namun selama di pesantren, Uje terbilang nakal. 



Seringkali saat teman-temannya menunaiam-diam tidur atau kabur dari pesantren untuk main dan nonton di bioskop. Sampai akhirnya Uje dikeluarkan dari pesantren tersebut yang sempat dikecapnya selama tahun yang harus dijalani. Setelah itu, Uje dipindahkan ke Madrasah Aliyah (MA, setingkat SMA). Bukannya bertambah baik, kenakalan Uje justru bertambah.

Apalagi setelah lulus di tahun 1990 dan kuliah di akademi broadcasting, kenakalan Uje tak berkurang. Dia bergaul dengan pemakai narkoba dan sering dugem. Bahkan Uje akhirnya tak menyelesaikan kuliah. Pada tahun 1991, Uje pernah menjadi dancer di salah satu club. Uje juga sering nongkrong di Institut Kesenian Jakarta. Di kala para pemain sinetron sedang latihan, kadang-kadang Uje menggantikan salah satunya. Ia pun ikut casting dan mendapat peran. Salah satu sinetron yang sempat dibintanginya adalah Pendekar Halilintar. Bahkan Uje pernah dinobatkan sebagai pemeran pria terbaik dalam Sepekan Sinetron Remaja yang diadakan TVRI pada 1991.



Uje bertemu dengan Pipik Dian Irawati, seorang model gadis sampul majalah Aneka tahun 1995 asal Semarang, Jawa Tengah. Saat itu, Uje masih berstatus sebagai pemakai. Meski demikian, hal itu tidak menghalangi Pipik yang bersedia dinikah siri pada 7 September 1999. Dua bulan kemudian mereka menikah resmi di Semarang. Pernikahannya dengan Pipik ini dikaruniai tiga orang anak, Adiba Khanza Az-Zahra, Mohammad Abidzar Al-Ghifari, dan Ayla Azuhro.

Hal yang menyadarkan Uje dari kehidupan semu adalah saat dirinya diajak umroh oleh ibu dan kakaknya. Sebagai awal dari usaha pertaubatan, Uje mendapat amanah dari kakak tertuanya alm. Ust. H. Abdullah Riyad, untuk melanjutkan dakwah kakaknya di Jakarta. Sebab alm Ust. H. Abdullah Riyad mendapatkan kepercayaan dari MUIS (Majlis Ugame Islam Singapura) untuk menjadi Imam besar di Masjid Haji Mohammad Soleh, bersebelahan dengan Maqam Habib Nuh Al Habsyi, Palmer Road, Singapura. Uje berdakwah pertama kali di sebuah masjid di Mangga Dua. Pipik Dian Irawati, istrinya, menuliskan teks dakwah yang mesti disampaikan saat itu. Hasilnya, honor ceramah sebesar Rp 35.000 dia bawa pulang dan langsung diberikan kepada istrinya.

Dari situlah Uje mulai berdakwah lewat majelis taklim, mushola, masjid, dan perlahan-lahan bisa seperti sekarang ini, dikenal oleh masyrakat banyak dikagumi oleh seluruh kalangan. Selain itu Uje, juga menyampaikan dakwahnya dalam bentuk lagu-lagu Islami, debut albumnya, Lahir Kembali diluncurkan 2006 lalu. Beberapa lagu diciptakannya sendiri dan dinyanyikan bersama penyanyi lagu-lagu religius muslim, seperti Opick, bahkan pernah berkolaborasi dengan grup band Ungu dalam mini album Ungu bertajuk Para Pencari-Mu (2007).

Meninggal Dunia

Uje meninggal dunia dalam usia 40 tahun pada tanggal 26 April 2013 dalam sebuah kecelakaan tunggal di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, pada pukul 2 waktu setempat. Ia menabrak pohon setelah kehilangan kendali atas Kawasaki ER-6n bernopol B 3590 SGQ yang sedang dikendarai.

Ia sempat dirujuk ke Rumah Sakit Pondok Indah dan Rumah Sakit Fatmawati, namun nyawanya tidak tertolong Selanjutnya, jenazah Uje akan dibawa ke rumah duka di Perum Bukit Mas, Jalan Narmada III, Rempoa, Bintaro, Tangerang Selatan,Ustad Jefri dimakamkan di TPU Karet Bivak Jakarta Selatan setelah sebelumnya disalatkan di Masjid Istiqlal.


Kata Mutiara Ustad Jefri Al Buchori (uje)


“Islam tidak mengajarkan kita untuk menghina Tuhan orang lain.. Surat Al Ikhlash cukup jadi jawaban..”

“Santun dalam penyampain dan tutur kata menunjukkan ketinggian budi pekerti seseorang..”


“Setiap segala sesuatu itu ada kelebihannya.. Maka janganlah suka meremehkan dan merendahkan..”

“Semakin berkuasa manusia semakin banyak ego yg dipertontonkan..”

“Jika semua ibadah hanya karena ramadhan sungguh ia telah pergi berlalu, tapi jika semua karena Allah, maka takkan ada yang berubah meski ramdhan telah pergi”

“gak ada satupun manusia yg gak pernah berbuat salah.. Lalu kenapa jadi sulit utk memaafkan orang yg telah berbuat salah kepada dirinya.”

"Maafkan" dan "Lupakan".. itulah maaf yg sesungguhnya..

“meminta maaf itu baik.. memberi maaf itu mulia..”

“Jika ada orang berilmu tapi masih suka menjatuhkan orang lain didepan umum untuk menunjukkan dirinya lebih pintar, Dia bukanlah orang berilmu yang bijak”

“Jika kita hanya boleh memilih 5 didunia ini maka pilihlah agama, harta, akhlaq mulia, rasa malu & pemurah.. Pesan luqmanul hakim kepada anaknya”


“Kebaikan akan mengantarkan seseorang kepada kebenaran dan kebenaran akan mengantarkan seseorang kepada puncak pengetahuan lalu menjadi rendah hati”

“Puncak ibadah adalah kerendah hatian.. Bukan merendahkan..”

“Senyum saja.. Meski senyum itu tak terbalas.. Karena senyumnya orang yang beriman dengan niat ibadah.. Bukan untuk dibalas lagi dengan senyuman..”

“Cobalah fahami musibah sebagai bentuk teguran halus Alloh SWT kpd kita.. Supaya kita jauh lebih dekat dan makin dekat lg dgn Yg Maha Kuasa..”

“menjadi manusia yang "bodoh" setelah pintar itu ternyata susah dan sedikit.. tapi menjadi manusia yang "sombong" setelah pintar itu mudah dan banyak”

“Lidahku takut.. Tapi hatiku masih suka menentang.. Lidahku berucap syukur.. Tapi hatiku masih saja suka kufur.. Ampuuuunnn Yaa Robb..”

“Sahabat yg baik adalah sahabat yg berani menunjukkan salahnya engkau
Terima kasihlah kpd orang yg telah berani menunjukkan salahnya engkau.. Dan berhati2lah kpd orang yg terlalu byk memuji dirimu..”

“kekuatan harta itu hanya ada pada saat harta itu masih ada.. Saat harta itu habis.. Maka musnahlah juga kekuatannya itu..”

“saat kita dihina.. lalu kita bersabar menghadapinya.. saat itu pula Alloh sedang memuliakan dan mengangkat derajat kita..”

“Kemarahan bisa membuat seseorang menjadi buta.. Buta dalam memandang..
Kemarahan bisa membuat seseorang menjadi kacau.. Kacau dalam berfikir..
Kemarahan bisa membuat seseorang menjadi lupa.. Lupa dalam kebaikan..
Kemarahan bisa membuat seseorang menjadi terlena.. Terlena dalam amarah..
Kemarahan bisa membuat seseorang menjadi hina.. Hina dalam perbuatan..
Kemarahan bisa membuat seseorang menjadi buruk.. Buruk dalam sangkaan..
Dan kemarahan bisa,, bisa,, bisa,, tentu sangat bisa membuat seseorang menjadi tdk bijaksana..”

Sumber : http://anehcuy.blogspot.com/2013/04/kumpulan-kata-mutiara-ustad-jefri-al.html#ixzz2S2pHynLA

vv
This entry was posted in

Saturday, April 20, 2013

Kisah 7 Pemuda Ashabul Kahfi

 (Ingatlah) ketika pemuda-pemuda itu berlindung ke dalam gua lalu mereka berdoa, “Ya Tuhan kami. Berikanlah rahmat kepada kami dari sisiMu dan sempurnakanlah petunjuk yang lurus bagi kami dalam urusan kami.” (QS. Alkahfi:10)

Saya berusaha mencari tahu kenapa kisah Ashabul Kahfi diabadikan di dalam Al-Qur’an. Dan kisah mereka takkan terlupakan karena Al-Qur’an akan selalu dibaca. Apa yang terdokumentasi didalamnya akan ikut abadi. Setiap generasi takkan putus mata rantai pengenalannya tentang kisah tujuh pemuda tersebut.
Setelah membuka lagi Tafsir Ibnu Katsir saya membaca sebuah perjalanan mereka yang dramatis.
Mereka ternyata adalah sekelompok anak muda yang hidup jauh sebelum masa Nabi Isa a.s. karena kaum Yahudi sangat memahami cerita mereka. Berarti ini adalah kisah yang teradi ribuan abad yang silam.
Tidak sedikit ulama salaf dan khalaf yang menceritakan bahwa kaum muda itu adalah anak raja dan bangsawan Romawi. Jika mendengar kata romawi, yang saya bayangkan adalah tentang, sebuah kekaisaran jaman dulu dengan kota yang megah, pertempuran gladiator yang keji, atau tentara yang ribuah jumlahnya.
Dikisahkan dalam Tafsir Ibnu Katsir, suatu hari tatkala orang-orang pergi untuk merayakan hari raya, kaum muda itu pun pergi bersama ayah dan kaumnya. Mereka melihat kaumnya bersujud dan menyembelih bukan atas nama Allah Ta’ala. Mereka sudah mengetahui bahwa penyembelihan tidak layak dilakukan kecuali atas nama Allah.

Masing-masing pemuda kemudian memisahkan diri dari keramaian itu. Pemuda yang pertama kali memisahkan diri duduk di bawah pohon. Kemudian bergabung pula pemuda berikutnya, lalu berikutnya. Satu persatu, padahal pemuda yang satu tidak mengenal pemuda lainnya.
Apa yang ada di pikiran mereka? Sekali lagi, mereka sudah mengetahui bahwa ada sesuatu yang tidak sepantasnya dilakukan oleh kaumnya. Apa yang mempersatukan mereka? Mungkin mereka berpikir keras dari apa yang mereka lihat sebelumnya. Mungkin mereka berpikir, apakah saya yang bodoh atau mereka yang bodoh. Melakukan ritual yang tidak masuk akal.
Saya mengutip hadits yang dihadirkan Ibnu Katsir:
“Ruh-ruh itu ibarat bala tentara, apabila saling mengenal, maka akan rukun. Dan apabila tidak saling mengenal, maka akan berselisih.” (HR. Bukhari-Muslim)
Yang mempersatukan mereka di sana ialah Zat yang mempersatukan hati mereka dalam keimanan.
Dikisahkan kembali, setiap pemuda menyembunyikan isi hatinya terhadap yang lain lantara takut. Mereka masing-masing tidak mengetahui bahwa mereka memiliki satu keyakinan. Hingga salah satunya bertanya tentang alasan mereka hadir ke tempat itu. Dan ternyata mereka semua memiliki alasan yang senada.
Dari pertemuan istimewa tersebut, mereka bersepakat melakukan tindak lanjut. Singkat cerita mereka kemudian membuat tempat ibadah tersendiri. Aktivitas mereka kemudian diketahui oleh Raja dari laporan kaumnya. Mereka dihadirkan di depan Raja, diinvestigasi. Karena mereka tak bergeming dari keyakinan mereka akhirnya diancam jika tidak kembali kepada agama kaum mereka.
Dalam masa ancaman itu Raja membiarkan, memberikan kesempatan untuk ‘bertaubat’ lagi. Disinilah dimulai ide mereka untuk mencari cara mempertahankan iman mereka. Mereka memutuskan melarikan diri dan menuju ke sebuah gua. Raja lalu mencari mereka. Dan kemudian Allah pun melenyapkan ihwal mereka. Tertidur selama 309 tahun.

Pertarungan ideologi. Ya, kalimat ini yang muncul di benak saya usai membaca kisah mereka. Mereka melakukan lompatan pikiran yang tidak lazim ditengah-tengan keyakinan orang banyak. Mereka berani meninggalkan kondisi umum yang sudah mendarah-daging dalam masyarakat mereka. Dan berikutnya mereka teguh mempertahankan apa yang mereka yakini.
Kisah menghilangnya ketujuh pemuda itu kemudian menjadi buah bibir. Dan kejadian itu mewabah menjadi sebuah pemicu ‘berpikir ulang’ kaum itu tentang kepercayaan mereka. Hingga akhirnya zaman berganti, kekuasaan berganti dan keyakinan berganti. Mereka terinspirasi dari ‘lenyapnya tujuh pemuda’.

Sunday, February 10, 2013

BOOM HIDAYAH



Ya Allah, Janganlah Engkau turunkan Hujan yang lebat
Tetapi turunkanlah Hujan hidayah

Ya Allah, Janganlah Engkau turunkan banjir
Tetapi turunkanlah banjir hidayah

Ya Allah, Janganlah Engkau turunkan tsunami
Tetapi turunkanlah tsunami hidayah

Ya Allah, Janganlah Engkau turunkan banjir
Tetapi turunkanlah banjir hidayah

Ya Allah, Janganlah Engkau letuskan gunung
Tetapi turunkanlah letusan hidayah

Turunkanlah bom-bom hidayah di seluruh alam

Bom Nuklir yang jatuh di Hirosima dan Nagasaki telah menyababkan banyak kematian dan dalam beberapa tahun tumbuh-tumbuhan pun tidak bisa hidup diatasnya. Tetapi pikirnya satu orang Dai lebih dahsyat dari pada Bom atom. Bagaimana bayi yang pertama lahir dan bayi yang terakhir lahir semuanya mendapat hidayah dari Allah SWT. Inilah Teknologi Iman yang tidak ada satu teknologi didunia ini yang bisa mengalahkannya.

Kalaulah batu yang dilemparkan ke langit tentu batu jugalah yang akan jatuh kebumi
Kalaulah bunga yang dilemparkan ke langit tentu bunga jugalah yang akan jatuh ke bumi.
Batu kalau jatuh dari atas akan menimbulkan mudharat
Bunga kalau jatuh dari atas akan menimbulkan harum semerbak

Amalan buruk yang dilemparkan kelangit maka bala dan bencana yang akan turun
Amalan baik yang dilemparkan ke langit maka keberkahan dan kebaikan yang akan turun
Lemparkan batu ke sebuah danau, batu akan jatuh di tengah danau tapi riaknya bergelombang sambung-menyambung ke seluruh danau hingga ke tepinya. Sama halnya jika seorang muslim dakwah pada suatu tempat dan fikir atas seluruh umat manusia, maka Allah SWT akan turunkan hidayah ke seluruh alam.

Niatkan setiap gerak kita, niat seluruh alam.

Taklim seluruh alam
Musyawarah seluruh alam
Sliturrahmi seluruh alam
Jaulah seluruh alam
Keluar seluruh alam
Bayan seluruh alam

Maulana Syamin pernah bertanya. “Apa niat kamu ketika adzan?”
Ada yang menjawab, Memangil orang untuk shalat
Ada yang menjawab, Dakwah

Maulana Syamin katakan, Adzan itu niat seluruh alam. Jadi, setiap orang yang shalat diseluruh dunia maka pahalanya akan mengalir kepada kamu.

Jadi, setiap kegiatan dakwah. Niatkan seluruh alam supaya dinilai pahala seluruh alam.
Amalan dakwah ini adalah amalan yang berkelanjutan.

Detik ini ada yang lagi buat taklim
Detik ini dibelahan bumi yang lain ada yang buat jaulah
Detik ini dibelahan bumi yang lain ada yang buat bayan
Detik ini dibelahan bumi yang lain ada yang buat silaturrahmi
Detik ini dibelahan bumi yang lain ada yang buat ada yang tahajjut
Jadi, setiap detik itu ada taklim, jaulah, bayan, silaturrahmi, tahajjut dsb.
Itulah makna tidak akan kami kiamatkan dunia ini kalau masih ada orang yang berdzikir kepada Allah.

Ketika selesai shalat maka sejadah pun digulung
Kalau sudah tidak ada lagi orang yang sembah sujud dihadapan Allah SWT maka dunia ini pun akan digulung Allah SWT.

Semua sedia insya Allah

Apa itu tasawuf? Apa itu sufi? Apa peranannya? Habib Umar bin Hafidz -rahimahullah- menjawab.


بسم الله الرمن الرحيم.الحمدلله رب العالمين والصلاة والسلام على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه وأمته أجمعين وبعد

Berikut adalah petikan ceramah Habib Umar bin Hafidz yg diterjemahkan dalam bahasa Indonesia. Beliau berbicara tentang pentingnya Perbaikan Umat dengan metode tazkiyatu-nafs yang telah ditinggalkan oleh kaum Muslimin. Habib menjelaskannya dengan pelurusan makna Tasawuf dan kaum sufi yang banyak difitnah sebagai ahli bid'ah oleh orang-orang yang tidak paham sejarah dan ilmu syar'i. Karena pentingnya Tasawuf dan kum Sufi itulah wajar banyak orang yang menfitnah 'core of Islam' ini dengan berbagai syubhat dan kesalahpahaman yg akhirnya memecah belah umat. Selamat membaca:
________________________________________________________________________

Allah ta'ala berfirman:إن الله لا يغير ما بقوم حتى يغيروا ما بأنفسهم
“Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum, sehingga mereka merubah sendiri yang melakukan perubahan”

Beliau katakan:“Tidak ada satu sarana yang bisa merubah jiwa manusia kecuali dengan TAZKIYATUNNUFUS, yang secara langsung diserap dari Sang Nabi Sholallahu’alaihiwassalam yang kemudian terus berantai kepada kita umat islam.

Metode ini dibawa oleh kaum sholihin dari kalangan umat islam, yang kemudian mereka dikenal sebagai kelompok Sufi. Kelompok yang berkonsentrasi dalam pembinaan jiwa dan penyuciannya ini dikenal dengan kaum sufi yang periodenya dimulai setelah berlalunya abad pertama. Nilai-nilai pembinaan jiwa ini memang dulunya ada pada masa shahabat, begitu juga pada generasi pertama kalangan tabi’in. Sampai akhirnya muncullah tren ‘Cinta Dunia’ dan kekuasaan angkara murka dan generasi selanjutnya semakin jauh dari periode kenabian.Yang membuat mereka perlu para ulama’ berkonsentrasi dalam urusan tazkiyah ini. Maka muncullah kelomok Sufi dan Tasawuf yang secara konsisten melestarikan nilai-nilai ini.Yang melalui jasa mereka, Da’wah Islam tersebar ke berbagai penjuru dunia dan terealisasinya penegakkan Jihad fii sabilillah yang sesungguhnya.  

Tidaklah kita baca sejarah islam yang masuk ke dalam satu negeri, ataupun tegak pelandasan jihad menghdapi para pembangkang dari pasukan perang kafir terkecuali gerakan ini pasti dipimpin oleh para tokoh besar tasawuf dan tazkiyah. Ini semua ada dalam sepanjang sejarah islam semuanya.

Kita tidak akan temukan satu negeri yang dimasuki islam secara utuh tanpa peran para tokoh tasawuf, tidak ada tanpa
para ahli sufi, pasti ada peran mereka. tidak mungkin kita temukan gerakan jihad sepanjang sejarah islam tanpa peran tokoh tasawuf. Pasti ada para tokoh tasawuf yang berperan besar semenjak abad pertama dan hal tersebut terus berkelanjutan. Begitu pula tokoh pembawa kemenangan setelah periode para shahabat yang juga para pemuka ahli tazkiyah. Adapun para sahabat, tazkiyah mereka langsung diserap dari sumbernya. Merekalah para Sufi sejati, pemimpin para sufi yang tokoh-tokohnyarodhiallahu’anhum.

Adapun orangorang setelah mereka, cermatilah peristiwa-peristiwa besar yang terjadi setelahnya. Tersebarnya islam ke arah timur di perbatasan wilayah China yang juga sampai ke wilayah bagian Russia pada masa sahabat. Setelah masa mereka meluaslah wilayah kekuasaan islam hingga masuk ke nenegeri China dan skitarnya. Para panglima-panglima besarnya adalah para pemuka tasawuf dengan berbagai aliran dan guru-guru besarnya. Merekalah yang keluar berjihad di jalan Allah.u8u

(contoh lainnya) Diraih kemenangan Baitul Maqdis melalui tangan Sayyidina Umar bin Khattob. Kemudian datanglah pasukan Salib yang merampas Baitul Maqdis. Semenjak itu baitul maqdis tidak bisa diambil alih oleh umat islam kecuali melalui peran ahli sufi. Tampillah Shalahuddin AL Ayyubi. Seorang tokohthariqah tasawuf . Ia seorang penggagas Maulid dan ia juga aktivis majelis-majelis dzikir yang banyak tersentuh oleh kitab Ihya Ulumuddin karya Imam Al Ghazaliy. Beliau terbina jiwanya melalui kitab tersebut dan memimpin umat islam dengan kekuatan imannya dengan ketaqwaannya, kebeningan jiwanya, kebersihan hatinya. Maka, beliau tampil membebaskan Baitul Maqdis.

Hari ini orang-orang menggembar-gemborkan: “Bebaskan Baitul Maqdis, bebaskan Baitul Maqdis!!”. Padahal tidak ada cara untuk membebaskannya melainkan dengan cara pertama. Yaitu manhaj Umar bin Khottob dan Shalahuddin Al Ayyubi, yag meupakan intisari dari ajaran tazkiyah/pembinaan jiwa oleh Rosulullahsholallahu’alaihiwassalam. Hal inilah yang memerdekakan Baitul Maqdis, selain ini tidak bisa.

Sibuk mereka membuat oranganisasi, pernyataan politik maupun kongres. Tetapi Baitul Maqdis tetap belum bisa dibebaskan, sampai kapanpun!Kecuali nanti melalui peran kelompok inilah! Dan dengan metode inilah (tazkiyah/tasawuf).
“Sesungguhnya Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum selama mereka belum merubahnya sendiri!”
Jika para pemuda kita di Palestina tidak menjalankan shalat. Pemuda islam kita di Palestina tidak menunaikan puasa. Remaja-remaja putri kita disana juga berpakaian seronok yang mengumbar aurat. Sementara itu kita berkata: Bebaskan Palestina! bebaskan Palestina!! Namun, apa yang terjadi?

(insyaAllah bersambung)

HADISt-HADISt TENTANG AMALAN KELUAR DI JALAN ALLAH amar makruf nahi munkar


Dari Khuraim bin fatik r.a ia berkata, Rasulullah saw bersabda, "barang siapa yang membelanjakan harta di jalan allah, akan di catat pahala untuknya 700 kali lipat (HR.TIRMIDZI)

Dari Abdullah bin amr r.huma., Bahwasanya Nabi saw bersabda, "Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat."--------------------hingga akhir hadist----------------- (HR.BUKHARI)
Dari Ibnu abbas r.huma., ia berkata, Rasulullah saw. bersabda., "hendaknya kalian mendengarkan dan hendaknya orang-orang mendengarkan kalian, hendaknya juga orang-orang lain jugamendengarkan orang-orang yang mendengarkan kalian." (HR.ABU DAUD)
makna nya :
"kalian harusmenjaga ilmu dariku dan menyampaikannya kepada orang-orang sesudah kalian. dan orang-orang sesudah kalian juga menyampaikan kepada orang-orang sesudah mereka sehingga ilmu itu bisa terus  tersebar."(Badzlul-Majhud).

Perlu kita ketahui suatu ketika rasulullah dalam perajanan lalu beliau melihat sahabatnya sedang duduk berbincang-bincang di pinggir jalan maka rasulullah saw langsung bersabda :
"Jauhilah oleh kalian duduk-duduk di pinggir jalan." maka para sahabat bertanya?, wahai Rasulullah ! kami perlu duduk -duduk untuk bisa saling  berbincang."Beliau bersabda," Apa bila kalian enggan untuk meninggalkannya, maka tunaikanlah hak jalan."Mereka bertanya, apakah hak jalan itu ya rasulullah?" Beliau bersabda,"Menundukkan pandangan, tidak mengganggu orang, menjawab salam, memerintahkan kepada yang makruf(kebaikan), dan mencegah dari yang mungkar." (HR.BUKHARI)
Dalam hadist ini sudah jelas amar makruf sangat penting kita buat, dan mencegah kemungkaran.
"Bukan termasuk golongan kami orang yang tidak memerintahkan kepada yang makruf dan tidak pula mencegah dari yang mungkar."(HR.TARMIDZI)

kayaknya riwayat hasan semua hadist diatas tapi kenapa masih di bilang orang buat dakwah banyak menggunakan hadist dhaif didalam kitab fadilah amal?? apa mungkin mereka yang tak sanggup buat kerja dakwah ini,? yang membelanjakan harta sendiri, dir dan waktu untuk mendakwahkan agama keseluruh dunia{kerja dakwah dan tabligh yang bergerak serta di gerakkan keseluruh alam}, bukan mencari pangkat,jabatan, pujian dan harta dengan berbagai modus agama.ALLAH LEBIH MENGETAHUI HATI SESEORANG DI BANDING KITA SEMUA. wahai tuan-tuan jika usaha dakwah dan tabligh sesat maka allah swt kuasa untuk menghancurkannya begitu jga sebaliknhya....!!!!

This entry was posted in

Jamaah Tabligh


Sejarah Tabligh


jama'ah tabligh adalah jama'ah yang mengembalikan ajaran Islam berdasarkan Al'quran dan hadits. Nama Jama'ah Tabligh merupakan sebutan bagi mereka yang sering menyampaikan, sebenarnya usaha ini tidak mempunyai nama tetapi cukup Islam saja tidak ada yang lain. Bahkan Muhammad Ilyas mengatakan seandainya aku harus memberikan nama pada usaha ini maka akan aku beri nama "gerakan iman". Ilham untuk mengabdikan hidupnya total hanya untuk Islam terjadi ketika Maulana Ilyas melangsungkan Ibadah Haji kedua-nya di Hijaz pada tahun1926. Maulana Ilyas menyerukan slogannya, ‘Aye Musalmano! Musalman bano’ (dalam bahasa Urdu), yang artinya ‘Wahai umat muslim! Jadilah muslim yang kaffah (menunaikan semua rukun dan syari’ah seperti yang dicontohkan Rasulullah)’. Tabligh resminya bukan merupakan kelompok atau ikatan, tapi gerakan muslim untuk menjadi muslim yang menjalankan agama secara sempurna, dan hanya satu-satunya gerakan Islam yang tidak memandang asal-usul mahdzab atau aliran pengikutnya.
Dalam waktu kurang dari dua dekade, Jamaah Tabligh berhasil berjalan di Asia Selatan. Dengan dipimpin oleh Maulana Yusuf, putra Maulana Ilyas sebagai amir/pimpinan yang kedua, gerakan ini mulai mengembangkan aktivitasnya pada tahun 1946, dan dalam waktu 20 tahun, penyebarannya telah mencapai Asia Barat Daya dan Asia Tenggara, Afrika, Eropa, dan Amerika Utara. Sekali terbentuk dalam suatu negara, Jamaah Tabligh mulai membaur dengan masyarakat lokal. Meskipun negara barat pertama yang berhasil dijangkau Tabligh adalah Amerika Serikat, tapi fokus utama mereka adalah di Britania Raya, mengacu kepada populasi padat orang Asia Selatan disana yang tiba pada tahun 1960-an dan 1970-an.
Jamaah ini tidak menerima donasi dana dari manapun untuk menjalankan aktivitasnya. Biaya operasional Tabligh dibiayai sendiri oleh pengikutnya.
Tahun 1978, Liga Muslim Dunia mensubsidi pembangunan Masjid Tabligh di Dewsbury, Inggris, yang kemudian menjadi markas besar Jama’ah Tabligh di Eropa. Pimpinan mereka disebut Amir atau Zamidaar atau Zumindaar.

Pengikut dari kalangan selebritis


Banyak terdapat pengikut Tabligh dari kalangan orang-orang penting dan Ternama. Di Kalangan politisi, ada mantan Presiden Pakistan Rafiq Tarar, Menteri kepala Sindh Dr. Arbab Ghulam Rahim, mantan Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif, dan mantan Jendral Pakistan Javed Nasir secara aktif mengikuti kegiatan-kegiatan Tabligh. Di kalangan olahragawan, ada Shahid Afridi, Saqlain Mushtaq, Mushtaq Ahmed, Mohammad Yousuf, Inzamam-ul-Haq dan Saeed Anwar. Penyanyi terkenal seperti Junaid Jamshed dan Abrar-ul-Haq juga aktif dalam gerakan dakwah revolusi Islam ini. Politisi Ijaz-ul-Haq (anak dari Jendral Zia-ul-Haq) have juga terlihat beberapa kali bersama Jamaah Tabligh.
Di Indonesia, Tabligh juga telah menyentuh hati Sakti, personel band Sheila on 7. Pada tahun 2006, dia telah keluar selama empat bulan ke Markas International Tabligh di Nizzamudin, New Delhi, India. Dia telah berhenti bermusik, dan memilih menjalankan amalan amalan maqami dan amalan intiqali dengan sangat intensif.
dan retelah itu ada juga Vokalis dari Nineball band,Ray.selain itu pula ada lukman hakim-gitaris Peterpan.dan banyak lagi yang bisa jadi panutan.termasuknya pedangdut Saiful jamil.
sedangkan di Malaysia banyak dari kalangan artis maupun pensiunan angkatan bersenjata, pelantun tembang ISABELA sekarang juga telah aktif mengikuti da'wah ini.dan di indonesia juga di ikuti oleh mantan penyanyi rock Irvan Toro Sembiring, yang sekarang sedang giat menggarap da'wah pada kalangan anak-anak PUNK Jakarta
Kemudian setiap negara juga mempunyai markas pusat nasional, dari markas pusat dibagi markas-markas regional/daerah. Kemudian dibagi lagi menjadi ratusan markas kecil yang disebut Halaqah berbasiskan di mesjid-mesjid dan mushalla-mushalla. Kegiatan di Halaqah dapat dibagi atas kegiatan harian, minguan dan bulanan. Kegiatan ini bertujuan untuk meramaikan mesjid dan mengajak kembali ummat ini agar mencintai mesjid. Kegiatan harian antara lain adalah musyawarah harian, taklim harian, zikir pagi petang dan amalan silaturrahmi. Kegiatan mingguan dapat berupa joula atau mengunjungi sesama muslim dan berbincang tentang pentingnya iman dan amal, pentingnya berusaha atas iman dan mempersiapkan diri untuk kehidupan akhirat. Kegiatan bulanan dapat berupa khuruj selama tiga hari. Khuruj adalah meluangkan waktu untuk secara total berdakwah memeprbaiki diri sendiri dan mengajak orang lain agar berusaha atas iman, yang biasanya dilakukan dari masjid ke masjid dan dipimpin oleh seorang Amir. Selama khuruj ada 4 hal yang diperbanyak, yaitu dakwah Illallah, taklim wataklum, zikir dan ibadah, dan khidmad (melayani sesama muslim). Ada lagi 4 hal yang dikurangi, waktu tidur dan makan, keluar masjid dan boros. Tapi jika keluar mesjid atas seijin Amir Jamaah misalnya untuk para karyawan diperbolehkan tetap bekerja, dan langsung mengikuti kegiatan sepulang kerja, diperbolehkan.
Sewaktu khuruj, kegiatan diisi dengan ta'lim (membaca hadits atau kisah sahabat, biasanya dari kitab Fadhail Amal karya Maulana Zakaria), jaulah (mengunjungi rumah-rumah di sekitar masjid tempat khuruj dengan tujuan mengajak kembali pada Islam yang kaffah), bayan, mudzakarah (menghafal) 6 sifat sahabat, karkuzari (memberi laporan harian pada amir), dan musyawarah. Selama masa khuruj, mereka tidur di masjid.
Aktivitas Markas Regional adalah sama, khuruj, namun biasanya hanya menangani khuruj dalam jangka waktu 40 hari atau 4 bulan saja. Selain itu mereka juga mengadakan malam Ijtima' (berkumpul), dimana dalam Ijtima' akan diisi dengan Bayan (ceramah agama) oleh para ulama atau tamu dari luar negeri yang sedang khuruj disana, dan juga ta'lim wa ta'alum.
Setahun sekali, digelar Ijtima' umum di markas nasional pusat, yang biasanya dihadiri oleh puluhan ribu umat muslim dari seluruh pelosok daerah. Bagi umat muslim yang mampu, mereka diharapkan untuk khuruj ke poros markas pusat (India-Pakistan-Bangladesh/IPB) untuk melihat suasana keagamaan yang kuat yang mempertebal iman mereka. Sedangkan di Indonesia khusus jawa timur terdapat kampung iman uaitu di desa Temboro Kec. Karas Kab. Magetan.

Asas 6 Sifat

bisa dilihat di  alfatah 6sifat para sahabat


This entry was posted in

MANFAAT DAKWAH UNTUK DIRI SENDIRI


Telinga kita, yang paling dekat ke mulut kita. Jadi, segala sesutu yang keluar dari mulut kita. Telinga kitalah yang pertama kali mendengar. Efek dari dakwah yang kita buat pertama kali buat kita bukan untuk orang lain.

Kalau mencuci baju yang pertama kali bersih adalah tangan kita. Baju belum tentu bersih tetapi tan...gan kita sudah bersih. Dakwah yang kita buat pun begitu yang pertama kali diperbaiki Allah SWT adalah diri kita. Didalam Al Qur’an tidak ada jaminan kalau kita buat dakwah kepada orang lain maka dia akan dapat hidayah tetapi yang ada jaminan. Kalau kita buat dakwah amalan kita akan diperbaki oleh Allah SWT. Allah SWT berfirman :

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. (QS. Al Ahzab 70-71)

“Perkataan yang benar” dalam ayat ini maksudnya dakwah. Jadi barangsiapa yang buat dakwah “Niscaya” Allah SWT akan memperbaiki amal-amalnya. Jadi. Ada penekanan kata atau jaminan dari Allah SWT “Niscaya” ini sebauh kata kepastian.

Satu orang penjual sate, berpikir kalau saya tidak jualan sate maka orang dikampung ini tidak makan sate. Perlu diingat masih banyak penjual sate yang lainnya. Manfaat yang pertama kali diterima tukang sate adalah untuk dirinya sendri buakn untuk orang lain. Dia akan mendapat keuntungan dari jualan sate dan bisa menghidupi keluarganya.

Jangan kita sampai berpikiran kalau saya tidak buat dakwah orang kampung tidak dapat hidayah. Padahal masih banyak orang lain yang siap dipilih Allah SWT untuk buat dakwah dan manfaat yang sesungguhya adalah untuk kita. Diperbaiki amalan-amalan kita.

Bukti nyata dilapangan sudah banyak dulunya preman sekarang sudah berubah menjadi satu orang dai. Diperbaiki amalannya. Dulu tukang minum dan zina setelah kenal usaha dakwah diperbaiki amalannya oleh Allah SWT. Karena itu janji Allah SWT kepada siapa saja yang buat dakwah.

Allah SWT berfirman : Dan apabila kamu melihat di sana (surga), niscaya kamu akan melihat berbagai macam kenikmatan dan kerajaan yang besar. (QS. Al Insaan 20)

Allah SWT berjanji akan memberikan kerajaan yang besar. Yang mengatakan besar itu Allah SWT. Kalau Allah yang mengatakan besar kita tidak akan sanggup untuk membayangkannya. Padahal dunia ini kecil dalam pandangan Allah SWT hanya sebelah sayap nyamuk.

Allah SWT berfirman : Dan sesungguhnya kami merasakan kepada mereka sebahagian azab yang dekat (di dunia) sebelum azab yang lebih besar (di akhirat), mudah-mudahan mereka kembali (ke jalan yang benar). (QS. As Sajdah 32)

Bisakah kita membayangkang azab yang besar dari Allah SWT.

Mike Tyson mengatakan kepada kita, ku tumbuk kau nanti. Kita sudah bisa membayangkan. Mungkin kita bisa langsung pingsan atau langsung mati. Tetapi bagaman pula kalau Allah SWt yang mengatakan, ku tumbuk kau nanti. Kita tidak bisa membayangkan bagaimana dahsyatnya.

Begitu jugalah dengan janji Allah SWT, kita diberi kerajaan yang besar yang mengatakan besar itu yang maha besar juga.

Selain Allah SWT memperbaiki diri kita kita juga dapat mengambil manfaat dari orang yang kita ajak. Mendapat pahala yang sama seperti orang yang kita ajak.

Rasulullah SAW bersabda, “Setiap yang ma`ruf adalah shadaqah, dan orang yang menunjukkan jalan kepada kebaikan (akan mendapat pahala) seperti pelakunya” (HR. Bukhari Muslim)

Dari Abu Hurairah "Barangsiapa yang mengajak kepada petunjuk niscaya untuknya pahala seperti pahala orang yang mengikutinya, hal itu tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun." (HR. Muslim)

Semua makhluk yang ada dipermukaan bumi ini bersyalawat dan memohonkan ampun kepada orang-orang yang buat usaha dakwah. Para malaikat, penghuni langit dan bumi, hingga semut di lobangnya dan ikut mengucapkan shalawat.  

"Sesungguhnya Allah, para malaikat-Nya, penghuni langit dan bumi, hingga semut di lobangnya dan ikut mengucapkan shalawat kepada yang mengajarkan kebaikan kepada manusia." (HR. at-Tirmidzi)

Dan bukan hanya sampai disitu ketika kita mati, pahalanya pun akan terus mengalir bagaikan aliran air bah kepada kita. Itulah ilmu yang bermanfaat yang diajarkan kepada orang lain itulah dakwah.
"Apabila manusia meninggal dunia terputusnya amalnya kecuali dari tiga perkara: sedakah jariyah, atau ilmu yang bermanfaat, atau anak shalih yang mendoakannya." HR. Muslim.

Jadi usaha dakwah ini adalah sarana untuk memperbaiki diri kita bukan memperbaiki orang lain. Karena dakwah itu sendiri paling banyak manfaatnya untuk kita. Semakin banyak kita berkorban maka sejauh itulah Allah SWt akan perbaiki diri kita.

Niat keluar lebih lama lagi dan lebih jauh lagi.

Sunday, January 20, 2013

Jamaah Tabligh di Indonesia


Jamaah Tabligh di Indonesia
Jamaah Tabligh di Indonesia meski tak sepopuler organisasi masyarakat seperti Muhammadiyah atau NU, namun Jamaah Tabligh terbilang mempunyai anggota yang cukup banyak. Anggota Jamaah Tabligh di Indonesia sangat bervariasi, mulai dari artis sampai dengan tentara, kalangan profesional dll. Pusat markaz jamaah tabligh di Indonesia berada di Jakarta, khususnya di masjid Masjid Kebon Jeruk di Jl Hayam Wuruk, Jakarta Kota.
Di masjid yang sudah berusia lebih dua abad ini, kita akan menjumpai ratusan jamaah yang hampir seluruhnya berjenggot. Mereka juga menggunakan surban, pakaian takwa dan peci putih, yang biasa dipakai umat Islam di Indonesia. Tapi kita juga akan mendapati jamaah yang memakai surban dengan baju panjang sampai lutut, untaian tasbih atau tongkat di tangan, janggut berjenggot, dahi hitam, dan aroma minyak cendana, khas jamaah dari Asia Timur.
Pada acara ijtima’ internasional rombongan jamaah tabligh dari Indonesiapun turut hadir. Rombongan dari Indonesia datang berasal dari berbagai profesi, antara lain pimpinan pondok pesantren, pengusaha muda, eksekutif muda, artis, pedagang kaki lima, pegawai negeri, dan bupati. Artis Gito Rollies adalah salah seorang di antaranya. Acara ijtima’ untuk skala Indonesia juga pernah dilakukan di Medan, Lampung, dan Jakarta.
Acara ijtima’ jamaah tabligh untuk skala Asia Tenggara, baru-baru ini (2004) dilakukan di di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Fatah Desa Temboro, Kecamatan Keras, Magetan. Acara yang dihadiri oleh sekitar 20.000 anggota Jamaah Tabligh — ini terbilang istimewa, sebab calon wakil presiden Yusuf Kalla turut hadir dalam acara pembukaan tersebut. Acara ijtima’ ini merupakan awal dari acara khuruj yang menjadi program Jamaah Tabligh.
Sebanyak 20.000 anggota Jamaah Tabligh siap khuruj ke berbagai pelosok di Indonesia. Anggota jamaah sebanyak 20.000 orang – yang juga dihadiri, dari negera-negara ASEAN, Saudi Arabia, Pakistan, India dan beberapa negara muslim lainnya — tersebut akan dipecah dalam rombongan, masing-masing rombongan terdiri atas 7 hingga 12 orang. Tempat yang akan dikunjungi Papua, Maluku, Sulawesi, Kalimantan dan Sumatera. Mereka semua dibekali dengan surat jalan dan identitas diri. Kemudian setelah tiba di tempat yang dituju, mereka harus melapor ke pihak keamanan.
Jumlah Anggota
Jumlah anggota Jamaah Tabligh dibagi pada tiga kategori. Pertama, anggota aktif, yang dimaksud dengan anggota aktif, adalah mereka yang selalu berdakwah (membaca Riyadhus Shalihin atau kitab yang dijadikan referensi oleh Jamaah Tabligh, setelah shalat dhuhur atau Asar di berbagai masjid) dan juga pada umumnya anggota aktif selalu memakai pakaian yang dianggap sunnah seperti pakaian putih dengan sorban dan berjenggot dan juga selalu rutin menghadiri pengajian mingguan setiap Jum’at malam. Jumlah anggota aktif ini tidak terlalu banyak ada sekitar 7.500 orang diseluruh Indonesia. Jumlah anggota aktif ini juga terkait dengan pekerjaan, pada umumnya anggota aktif adalah para pedagang atau wiraswastawan.
Kategori kedua adalah anggota yang setengah aktif, mereka adalah anggota Jamaah Tabligh yang kadang-kadang mau berdakwah (membaca Riyadhus Shalihin atau kitab yang dijadikan referensi oleh Jamaah Tabligh, setelah shalat dhuhur atau Asar di berbagai masjid), mereka juga kadang-kadang memakai pakaian putih dan sorban dan juga kadang-kadang mengahadiri pengajian Jum’at malam. Jumlah anggota kategori kedua ada sekitar 10.000 orang di seluruh Indonesia. Anggota kategori kedua, pada umumnya menjadi pegawai, sehingga mempunyai waktu yang terbatas.
Kategori ketiga, anggota tidak aktif atau masih pada tahap belajar. Karakter anggota ini, tidak pernah mau berdakwah kecuali kalau diajak oleh anggota aktif. Pada umumnya belum begitu paham dasar-dasar Islam. Tidak pernah berpakaian putih (gamis) dan bersorban dan pada umumnya malu kalau menyatakan diri sebagai anggota Jamaah Tabligh. Keterkaitannya dengan Jamaah Tabligh jika diajak khuruj dan mempunyai waktu mereka pada umumnya ikut serta khuruj.Kategori ketiga tidak mempunyai kaitan dengan status pekerjaan. Jumlah anggota non aktif ini sekitar 15.000 orang.
* Wakil ketua umum PBNU

sumber: http://warnet.tblog.com/post/1969944454#comment_anchor

Siapa sangka markaz Jamaah Tabligh(JT) yang berada di pondok pesantren Al Fatah, temboro magetan. Dulunya adalah pondok pesantren yang berafiliasi dengan Nahdlatul Ulama (NU). Dulunya disitu sangat kental dengan tradisi-tradisi NU tapi sekarang telah berubah dengan tradisi-tradisi JT. Bukan hanya ponpes al fatah, sekarang ini banyak ponpes NU tradisional yang bergabung dengan JT.Hal ini merupakan sesuatu fenomena menarik yang perlu di kaji. Bahkan kata sebuah LSM banyak warga NU yang berpindah ke JT Mengapa bisa terjadi begitu???
PETA Warga NU
NU adalah sebuah ormas Islam yang besar di indonesia. Melihat NU adalah melihat kyai dan warganya. Masyarakat NU tidaklah seragam walaupun sama-sama dalam satu ormas. Kita dapat memetakan kehidupan warga NU menjadi tiga kelompok/golongan yaitu:
1. NU Liberal
Orang-orang yang termasuk golongan ini memiliki pemikiran yang liberal, jauh dari pemikiran khittah NU namun mereka tetap mengaku sebagai warga nahdliyin, seperti Ulil abshar abdalla dengan JIL (jaringan islam liberal). Secara pragmatis kita bisa menebak bahwa mereka itu tetap mengaku sebagai warga nahdliyin hanya mendompleng agar pemikiran2nya laku dijual. Karena banyak anak muda Nu yang tersedot kedalamnya.
2. NU politik.
Warga NU yang termasuk golongan ini jelas terlihat dihadapan kita. Karena mereka merupakan pelaku-pelaku politik praktis yang terlibat didalam partai politik. Memang massa nahdliyin yang besar sangat menggiurkan untuk mendapatkan suara untuk meraih kekuasaan. Sayangnya banyak warga NU yang punya syahwat politik besar tidak bisa berkumpul didalam satu wadah partai politik akibatnya mereka tidak bisa memperjuangkan aspirasi warga nahliyin. Banyak warga nahdliyin kecewa dengan oknum NU politik ini yang sibuk bertengkar dan mementingkan diri-sendiri lupa membina, mengurus pondok pesantren, majelis taklim dan pemberdayaan nahdliyin karena fokus pada politik melulu.
3.NU tradisional
Golongan ini sangat kuat memegang khittah NU didalam mengembangkan dakwah islam aswaja (ahlu sunnah waljamaah). Para kyai , ustadz dan warga nahdliyin tradisional ini sangat concern terhadap perkembangan NU sehingga aktivitas mereka murni untuk NU. Para kiyai & ustadz lebih banyak mengurus pesantren, majles taklim dan umat. Mereka tidak tertarik dengan NU liberal dan Nu politik yang mereka anggap mengecewakan dan jauh dari khittah NU.
Tertarik dengan JT
Pondok pesantren al fatah yang sekarang menjadi pusat JT dulunya adalah termasuk dalam golongan NU tradisional. Kyai pondok pesantren al fatah saat ini adalah KH Uzairon . para kyai dan ustadz dulunya sangat berpegang dengan tradisi-tradisi NU. Namun melihat realitas bahwa banyak kyai dan anak muda NU yang meninggalkan tradisi-tradisi NU dan sibuk dengan politik dan pemikiran liberal sehingga menimbulkan kerisauan terhadap dawah islam.
Saat itulah muncul jamaah tabligh yang menawarkan konsep da’wah islam yang sesuai dengan paham aswaja NU dan lebih mengedepankan ukhuwah islamiyah &silahturahmi maka banyak NU tradisional tertarik dan bergabung dengan JT. Bahkan saat ini banyak pondok pesantren-pesantren di jawa timur( seperti di malang selatan, malang kota) yang sudah menjadi JT mungkin bisa disebut NU-JT karena mereka selain berkecimpung dengan dawah lewat pesantren juga melakukan da’wah khuruj fi sabilillah seperti jamaah tabligh. Kita dapat menyimpulkan ketertarikan warga NU tradisional terhadap jamaah tabligh yaitu:
1. JT mengedepankan akhlak baik.
Dakwah JT lebih mengedepankan akhlak . hal ini mirip dengan tradisi NU yang toleran, ramah dan sederhana. Para Nu tradisional melihat karkun jamaah tabligh seperti melihat sahabat nabi atau kyai dahulu.
2. JT memuliakan Kyai
Sekarang ini sangat jarang warga nahdliyin yang bersilahturahmi ke kyai-kyai kecuali ada kepentingan tertentu. Aktivis JT sangat memuliakan dan menghormati kyai-kyai dan para ustadz. Ini bisa kita lihat karena dalam ajaran JT ada ajaran ikramul muslimin. Berbeda dengan warga NU politi & liberal yang hanyasilahturahmi ke kyai klo ada kepentingan politik saja. Bahkan NU liberal banyak menolak ajaran kyai NU tradisional dengan mengatasnamakan otonomi pemikiran dan anti taklid serta banyak juga mereka yang tidak mau masuk pesantren belajar kitab kuning lagi. Sebaliknya aktivis JT malah menyambut baik dan menerima setiap nasehat para kyai Bahkan banyak anak2 para aktivis JT yang dimasukkan ke pesantren-pesantren dan menjadi hafiz quran.. Inilah yang membuat ketertarikan NU tradisional kepada JT
3. Dakwah islam militan
Para aktivis JT dikenal sangat militan dalam menyampaikan dawah islam walaupun sedikit ilmunya . sehingga bukan hal aneh kalo JT sekarang ini semakin besar dan bisa meraup pesantren NU dalam da’wah nya. Bahkan pesantren-pesantren NU tradisional yang telah menjadi aktivis JT itu juga berdawah dengan militan. Pesantren al fatah yang dipimpim oleh Gus Uzairon pun juga gencar dalam berdawah. Menurut pengakuan para karkun , Gus uzairon pun berdawah ke kyai-kyai dan ke pesantren-pesantren karena levelnya sama yaitu sama-sama kyai dan pengasuh pesantren.Gus uzairon berdawah ke para kyai dengan akhlak lembut dan mengajak para kyai Nu tradisional untuk menghidupkan sunnah nabi dan silahturahmi. Bahkan adik gus uzairon pun ada yang dikawinkan dengan kyai dari pesantren di malang selatan. Itu menurut pengakuan aktivis JT. Sehingga bukan hal aneh banyak warga NU tradisional tertarik dengan kelemah lembutan da’wah JT.Cepat ato lambat dawah JT akan menjadi da’wah terbesar di jagad Indonesia bahkan Dunia.

Makanya kita tak perlu heran dengan keberadaan JT yang semakin diterima oleh masyarakat indonesia bahkan warga NU tradisional tertarik dengan jamaah JT. Karena dawah sudah menjadi tanggung jawab semua pribadi JT.Namun sangat disayangkan adalah ucapan ahmad baso yang ditulis di islamlib.com yang mencurigai dawah JT sebagai da’wah politik. Menanggapi hal ini warga NU tradisional yang telah disentuh JT menjawab” biarkan realitas yang menjawab, mana yang sibuk berpolitik melupakan masjid dan umat dan yang benar2 ingin memakmurkan masjid?” Demikianlah pandangan penulis terhadap semakin banyaknya warga NU tradisional yang aktif dan bergabung dengan jamaah tabligh. Jamaah tabligh bukanlah ormas tapi sebuah gerakan yang ingin menghdupkan da’wah dan sunnah nabi yang hal ini equal dengan Nu tradisional

Thursday, December 27, 2012

Nabi Yusuf bermimpi

Pada malam di mana para saudaranya mengadakan pertemuan sulit yang mana untuk merancangkan muslihat dan rancangan jahat terhadap diri adiknya yang ketika itu Nabi Yusuf sedang tidur nyenyak , mengawang di alam mimpi yang sedap dan mengasyikkan ,tidak mengetahui apa yang oleh takdir di rencanakan atas dirinya dan tidak terbayang olehnya bahwa penderitaan yang akan dialaminya adalah akibat dari perbuatan saudara-saudara kandungnya sendiri, yang diilhamkan oleh sifat-sifat cemburu, iri hati dan dengki.

Pd mlm yang nahas itu Nabi Yusuf melihat dalam mimpinya seakan-akan sebelas bintang, matahari dan bulan yang berada di langit turun dan sujud di depannya. Terburu-buru setelah bangun dari tidurnya, ia datang menghampiri ayahnya , menceritakan kepadanya apa yang ia lihat dan alami dalam mimpi.
Tanda gembira segera tampak pada wajah Ya'qub yang berseri-seri ketika mendengar cerita mimpi Yusuf, puteranya. Ia berkata kepada puteranya:" Wahai anakku! Mimpimu adalah mimpi yang berisi dan bukan mimpi yang kosong. Mimpimu memberikan tanda yang membenarkan firasatku pada dirimu, bahwa engkau dikurniakan oleh Allah kemuliaan ,ilmu dan kenikmatan hidup yang mewah.Mimpimu adalah suatu berita gembira dari Allah kepadamu bahwa hari depanmu adalah hari depan yang cerah penuh kebahagiaan, kebesaran dan kenikmatan yang berlimpah-limpah.Akan tetapi engkau harus berhati-hati, wahai anakku ,janganlah engkau ceritakan mimpimu itu kepada saudaramu yang aku tahu mereka tidak menaruh cinta kasih kepadamu, bahkan mereka mengiri kepadamu karena kedudukkan yang aku berikan kepadamu dan kepada adikmu Benyamin. Mrk selalu berbisik-bisik jika membicarakan halmu dan selalu menyindir-nyindir dalam percakapan mrk tentang kamu berdua. Aku khuatir, kalau engkau ceritakan kepada mrk kisah mimpimu akan makin meluaplah rasa dengki dan iri-hati mereka terhadapmu dan bahkan tidak mungkin bahwa mereka akan merancang perbuatan jahat terhadapmu yang akan membinasakan engkau. Dan dalam keadaan demikian syaitan tidak akan tinggal diam, tetapi akan makin mambakar semangat jahat mereka dan mengorbankan rasa dengki dan iri hati yang bersemayam dalam dada mrk. Maka berhati-hatilah, hai anakku, jangan sampai cerita mimpimu ini bocor dan didengar oleh mereka."

Isi cerita tersebut di atas terdapat dalam Al_Quran ,dalam surah "Yusuf" ayat 4 sehingga ayat 10 yang berbunyi sebagai berikut:
Maksudnya:" {Ingatlah} ketika Yusuf berkata kepada ayahnya : "Wahai ayahku, sesungguhnya aku bermimpi melihat sebelas buah bintang, matahari dan bulan, kulihat semuanya sujud kepadaku". 5. Ayahnya berkata: "Hai anakku ,jgnlah kamu ceritakan mimpimu itu kepada saudar-saudaramu, maka mrk membuat muslihat {utk membinasakanmu} .Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia." 6. Dan demikianlah Tuhanmu memilih kamu {utk menjadi Nabi} dan diajarkannya kepada kamu sebahagian dari takdir mimpi-mimpi dan disempurnakannya nikmat-Nya kepadamu dan kepada keluarga Ya'qub sebagaimana Dia telah menyempurnakan nikmatnya kepada dua orang bapamu sebelum itu, {iaitu} Ibrahim dan Ishaq. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. 7. Sesungguhnya ada beberapa tanda-tanda kekuasaan Allah pada {kisah} Yusuf dan saudara-saudaranya bagi orang yang bertanya. 8. {Iaitu} ketika mereka berkata: "Sesungguhnya Yusuf dan saudara kandungnya {Benyamin} lebih dicintai oleh ayah kita daripada kita sendiri, padahal kita {ini} adalah satu golongan {yang kuat} .Sesungguhnya ayah kita adalah dalam kekeliruan yang nyata." 9. Bunuhlah Yusuf atau buanglah dia ke suatu daerah {yang tidak dikenal} supaya perhatian ayahmu tertumpah kepadamu saja dan sesudah itu hendaklah kamu menjadi orang-orang yang baik." 10. Seorang daripada mrk berkata: "Janganlah kamu bunuh Yusuf, tetapi masukkanlah ia ke dalam perigi, supaya dia dipungut oleh beberapa orang musafir jika kamu hendak berbuat." { Yusuf :4 ~ 10 }

KISAH NABI YUSUF A.S.

Nabi Yusuf adalah putera ke tujuh daripada dua belas putera-puteri Nabi Ya'qub. Ia dengan adiknya yang bernama Benyamin adalah beribukan Rahil, saudara sepupu Nabi Ya'qub. Ia dikurniakan Allah rupa yang bagus, paras tampan dan tubuh yang tegap yang menjadikan idaman setiap wanita dan kenangan gadis-gadis remaja. Ia adalah anak yang dimanjakan oleh ayahnya, lebih disayang dan dicintai dibandingkan dengan saudara-saudaranya yang lain, terutamanya setelah ditinggalkan iaitu wafatnya ibu kandungnya Rahil semasa ia masih berusia dua belas tahun.

Perlakuan yang diskriminatif dari Nabi Ya'qub terhadap anak-anaknya telah menimbulkan rasa iri-hati dan dengki di antara saudara-saudara Yusuf yang lain, yang merasakan bahawa mereka dianak-tirikan oleh ayahnya yang tidak adil sesama anak, memanjakan Yusuf lebih daripada yang lain.
Rasa jengkel mereka terhadap kepada ayahnya dan iri-hati terhadap Yusuf membangkitkan rasa setia kawan antara saudara-saudara Yusuf, persatuan dan rasa persaudaraan yang akrab di antara mereka.

  • Saudara-saudara Yusuf mengadakan pertemuan rahasia
 Dalam pertemuan rahsia yang mrk adakan untuk merundingkan nasib yang mrk alami dan mengatur aksi yang harus mrk lakukan bagi menyedarkan ayahnya, menuntut perlakuan yang adil dan saksama, berkata salah seorang drp mrk:" Tidakkah kamu merasakan bahawa perlakuan terhadap kita sebagai anak-anaknya tidak adil dan berat sebelah? Ia memanjakan Yusuf dan menyintai serta menyayangi lebih daripada kita, seolah-olah Yusuf dan Benyamin sahajalah anak-anak kandungnya dan kita anak-anak tirinya , padahal kita adalah lebih tua dan lebih cekap daripada mereka berdua serta kitalah yang selalu mendampingi ayah,mengurus segala keperluannya dan keperluan rumahtanggannya. Kita merasa hairan mengapa hanya Yusuf dan Benyamin sahaja yang menjadi keistimewaan disisi ayah. Apakah ibunya lebih dekat kepada hati ayah berbanding dengan ibu kita? Jika memang itu alasannya ,maka apakah salah kita? Bahawa kita lahir daripada ibu yang mendapat tempat kedua di hati ayah ataukah paras Yusuf yang lebih tampan dan lebih cekap drp paras dan wajah kita yang memang sudah demikian diciptakan oleh Tuhan dan sesekali bukan kehendak atau hasil usaha kita? Kita amat sesalkan atas perlakuan dan tindakan ayah yang sesal dan keliru ini serta harus melakukan sesuatu untuk mengakhiri keadaan yang pincang serta menjengkelkan hati kami semua."

Seorang saudara lain berkata menyambung:" Soal cinta atau benci simpati atau antipati adalah soal hati yang tumbuh laksana jari-jari kita, tidak dapat ditanyakan mengapa yang satu lebih rebdah dari yang lain dan mengapa ibu jari lebih besar dari jari kelingking. Yang kita sesalkan ialah bahwa ayah kita tidak dpt mengawal rasa cintanya yang berlebih-lebihan kepada Yusuf dan Benyamin sehingga menyebabkannya berlaku tidak adil terhadap kami semua selaku sesama anak kandungnya. Keadaan yang pincang dalam hubungan kita dengan ayah tidak akan hilang, jika penyebab utamanya tidak kita hilangkan. Dan sebagaimana kamu ketahui bahwa penyebab utamanya dari keadaan yang menjengkel hati ini ialah adanya Yusuf di tengah-tengah kita. Dia adalah penghalang bagi kita untuk dpt menerobos ke dalam lubuk hati ayah kita dan dia merupakan dinding tebal yang memisahkan kita dari ayah kita yang sangat kita cintai. Maka jalan satu-satunya untuk  mengakhiri kerisauan kita ini ialah dengan melenyapkannya dari tengah-tengah kita dan melemparkannya jauh-jauh dari pergaulan ayah dan keluarga kita. Kita harus membunuh dengan tangan kita sendiri atau mengasingkannya di suatu tempat di mana terdpt binatang-binatang buas yang akan melahapnya sebagai mangsa yang empuk dan lazat. Dan kita tidak perlu meragukan lagi bahwa bila Yusuf sudah lenyap dari mata dan pergaulan ayah , ia akan kembali menyintai dan menyayangi kita sebagai anak-anaknya yang patut mendapat perlakuan adil dan saksama dari ayah dan suasana rumahtangga akan kembali menjadi rukun, tenang dan damai, tiada sesuatu yang merisaukan hati dan menyesakkan dada."

Berkata Yahudza, putera keempat dari Nabi Ya'qub dan yang paling cekap dan bijaksana di antara sesama saudaranya:" Kita semuanya adalah putera-putera Ya'qub pesuruh Allah dan anak dari Nabi Ibrahim, pesuruh dan kekasih Allah. Kami semua adalah orang-orang yang beragama dan berakal waras. Membunuh adalah sesuatu perbuatan yang dilarang oleh agama dan tidak diterima oleh akal yang sihat, apa lagi yang kami bunuh itu atau serahkan jiwanya kepada binatang buas itu adalah saudara kita sendiri , sekandung, sedarah , sedaging yang tidak berdosa dan tidak pula pernah melakukan hal-hal yang menyakitkan hati atau menyentuh perasaan. Dan bahwa ia lebih dicntai dan disayangi oleh ayah, itu adalah suatu yang berada di luar kekuasaannya dan sesekali tidak dpt ditimpakan dosanya kepadanya. Maka menurut fikiran saya kata Yahudza melanjutkan bahasnya ialah dengan jalan yang terbaik untuk melenyapkan Yusuf ialah melemparkannya ke dalam sebuah perigi yang kering yang terletak di sebuah persimpangan jalan tempat kafilah-kafilah dan para musafir berhenti beristirehat memberi makan dan minum kepada binatang-binatang kenderaannya. Dengan cara demikian terdpt kemungkinan bahwa salah seorang daripada musafir itu menemukan Yusuf, mengangkatnya dari dalam perigi dan membawanya jauh-jauh sebagai anak pungut atau sebagai hamba sahaya yang akan diperjual-belikan .Dengan cara aku kemukakan ini ,kami telah dapat mencapai tujuan kami tanpa melakukan pembunuhan dan merenggut nyawa adik kami yang tidak berdosa."

Fikiran dan cadangan yang dikemuka oleh Yahudza itu mendapat sambutan baik dan disetujui bulat oleh saudara-saudaranya yang lain dan akan melaksanakannya pada waktu dan kesempatan yang tepat. Pertemuan secara rahsia itu bersurai dengan janji dari masing-masing saudara hadir, akan menutup mulut dan merahsiakan rancangan jahat ini seketat-ketatnya agar tidak bocor dan tidak didengar oleh ayah mereka sebelum pelaksanaannya.